PPERSIAPAN IBADAH
- Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
- Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.
PANGGILAN BERIBADAH
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, jika hari ini kita masih berdiri, masih bernafas, dan masih dipertemukan, itu bukanlah karena kekuatan kita, melainkan karena penyertaan Tuhan yang setia. Setiap detik kehidupan adalah anugerah, setiap kesempatan adalah tanda kasih-Nya. Karena itu, marilah kita datang dengan hati yang bersyukur, meninggalkan sejenak segala beban dan kesibukan, serta menyatukan hati untuk menyembah Tuhan yang masih mempercayakan kepada kita hidup, harapan, juga masa depan. Marilah kita memulai ibadah ini dengan syukur, dengan kerendahan hati, dan dengan penyerahan penuh kepada Tuhan. Mari kita bersatu hati memuji dan memuliakan Tuhan, Allah yang menyelamatkan kita.
(Jemaat berdiri)
♫ KJ 3:1,4 “KAMI PUJI DENGAN RIANG” ♫
Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b’ri sinar-Mu menyerap.
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap,
menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.
VOTUM DAN SALAM
P : Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.
P&J: Amin.
(Jemaat duduk)
LITANI EKSISTENSI YANG BERMAKNA
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Ya Tuhan, Allah Yang Maha Kudus, di hadapan-Mu kami berdiri sebagai manusia yang Engkau ciptakan dengan tujuan dan makna. Engkau memanggil kami menjadi garam dan terang dunia, tetapi dengan rendah hati kami mengakui, sering kali eksistensi kami kehilangan rasa dan cahaya. Tuhan, kami lebih sibuk menjadi ada daripada menjadi bermakna. Kami hadir, tetapi tidak selalu menghadirkan kasih. Kami hidup, tetapi tidak selalu memberi kehidupan. Kami memiliki suara, tetapi sering memilih diam ketika keadilan dilukai dan kebenaran dikaburkan. Ampuni kami, ya Tuhan, ketika kami menjadi garam yang tawar; kehadiran kami tidak menyembuhkan, tidak mencegah pembusukan, tidak memberi harapan. Di hadapan-Mu kami mengaku: tanpa Engkau, eksistensi kami kehilangan arah dan tujuan. Kasihanilah kami, ya Tuhan.
J : (♫ Menyanyi KJ 29:1 “Di Muka Tuhan Yesus” ♫)
Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.
P : Ya Tuhan, Yesus Kristus, Terang Sejati yang datang ke dalam dunia, Engkau berkata bahwa terang tidak diletakkan di bawah gantang, tetapi sering kali kamilah yang menyembunyikannya. Kami mengaku, Tuhan, bahwa kami takut bersinar karena takut ditolak, disalahpahami, atau kehilangan kenyamanan. Kami memilih aman daripada setia, netral daripada benar, dan diam daripada bersaksi. Ampuni kami, ya Tuhan, ketika terang yang Kau titipkan kami redupkan oleh ego, amarah, dendam, kemunafikan, dan kompromi. Ketika iman kami hanya tinggal dalam kata, tanpa menjadi perbuatan yang memuliakan Bapa. Kami berdiri di hadapan-Mu bukan sebagai orang yang layak, melainkan sebagai orang yang membutuhkan kasih karunia. Sucikan hati kami, pulihkan panggilan kami, agar hidup kami kembali memancarkan terang-Mu.
J : (♫ Menyanyi KJ 29:2 “Di Muka Tuhan Yesus” ♫)
Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus.
♫ KJ 424:1,3 “YESUS MENGINGINKAN DAKU” ♫
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya,
di mana pun ku berada, ku mengenangkan-Nya.
Ref.:
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku,
agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku.
Ref.:
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (PDT. LASTRI R. AGUSTAF, M.SI. – GKS JEMAAT PAYETI)
- Doa Epiklese
- Pembacaan Alkitab: Markus 5:13-16
(diakhiri dengan mengatakan: “Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)
- J : (♫ Menyanyi “Haleluya” ♫) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
- Khotbah
DOA SYUKUR & SYAFAAT
PERSEMBAHAN
P : Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, sebagai orang-orang yang telah dipanggil menjadi garam dan terang dunia, kita diingatkan bahwa hidup yang bermakna bukan hanya diucapkan, tetapi juga dinyatakan melalui sikap dan tindakan. Persembahan yang akan kita bawa saat ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ungkapan syukur dan penyerahan diri; tanda bahwa seluruh hidup kita adalah milik Tuhan serta siap dipakai untuk kemuliaan nama-Nya. Marilah kita mempersembahkan dengan hati yang tulus,iman yang hidup, dan kasih yang nyata.
♫ KJ 289:1,8,9 “TUHAN, PENCIPTA SEMESTA” ♫
Tuhan, Pencipta semesta,
Kaulah Yang Maha Mulia;
sungguh besar karunia yang Kau beri.
Pemb’rian kami s’lamanya
dari tangan-Mu asalnya;
yang Kau terima itulah yang Kau beri.
Terima hormat dan sembah
terima hidup dan kerja
serta sekalian benda yang Kauberi.
PENGUTUSAN DAN BERKAT
(Jemaat berdiri)
P : Jemaat yang dikasihi Tuhan, ibadah ini akan segera usai, tetapi panggilan kita justru baru dimulai. Kita diutus kembali ke dunia bukan sekadar untuk ada, melainkan untuk hidup bermakna; menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang memancarkan kasih Tuhan. Pergilah dengan iman yang teguh, hidup yang berdampak, dan kesaksian yang memuliakan Allah dalam setiap ruang kehidupan kita. Untuk itu, arahkanlah hatimu dan terimalah berkat Tuhan. “Kiranya Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; kiranya Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau damai sejahtera. Kiranya hidupmu diteguhkan menjadi garam yang tidak tawar dan terang yang tidak tersembunyi, sehingga melalui hidupmu nama Allah dipermuliakan kini dan sepanjang masa.”
J : (♫ Menyanyi “Amin” ♫) Amin.. Amin.. Amin..
♫ KJ 425:1,2 ”BERKUMANDANG SUARA DARI SEBERANG” ♫
Berkumandang suara dari seberang, “Kirimlah cahyamu!”
Banyak jiwa dalam dosa mengerang, “Kirimlah cahyamu!”
Ref.:
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Jangan kita tinggal diam mendengar: “Kirimlah cahyamu!”
Injil Tuhan haruslah kita sebar, “Kirimlah cahyamu!”
Ref.:
TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT BERSINAR & MENJADI BERKAT,
ALLAH YANG BAIK MENEGUHKAN KITA SELALU!”
PUSAT PELAYANAN KEROHANIAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA
Jl. R. Suprapto No. 35, Waingapu 87113, Sumba Timur – NTT
Telp. (0387) 62392-93, 2564146; fax. (0387) 62644; e-mail: kerohanian@unkriswina.ac.id