LITURGI IBADAH SENIN UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA “BERKARYA SELAGI MASIH SIANG” || SENIN,02 MARET 2026

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram

PERSIAPAN IBADAH

  • Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
  • Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.
  • Pembakaran lilin Minggu Sengsara III (Kita telah memasuki Minggu Sengsara III, dalam merenungkan pengurbanan Kristus, kita tak berefleksi secara pasif, melainkan secara aktif berkarya dalam misi Kristus untuk membagikan Kabar Baik, menyuarakan keadilan, menghadirkan harapan, serta menjadi agen perdamaian bagi dunia)

PANGGILAN BERIBADAH

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, pagi ini bukan sekadar awal minggu yang baru. Ini adalah anugerah. Ini adalah kesempatan. Allah yang setia memanggil kita, bukan hanya untuk duduk di ruang ibadah, tetapi untuk menata hati sebelum kita kembali ke ruang-ruang kelas, ruang kerja, ruang pergumulan, dan ruang pengabdian. Kita datang membawa rencana, target, tugas, dan mungkin juga kelelahan. Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita: masih ada “siang” yang diberikan kepada kita. Oleh karena itu, kita memuji Tuhan yang yang mengasihi dan memberi kita kesempatan.

(Jemaat berdiri)

KJ 454:1,3 “INDAHNYA SAAT YANG TEDUH”

Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa pada-Nya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar;

ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus ku cari wajah Penebus;
dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.

VOTUM DAN SALAM

P      :   Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.

P&J:   Amin.

(Jemaat duduk)

LITANI BERKARYA SELAGI MASIH SIANG

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Ya Tuhan, Allah yang terus berkarya, Engkau adalah Allah yang tidak pernah terlelap. Sejak awal penciptaan, tangan-Mu bekerja membentuk terang dari gelap, menghadirkan kehidupan dari ketiadaan, menata kekacauan menjadi keteraturan. Engkau Allah yang berkarya dalam diam dan dalam sejarah. Engkau bekerja dalam kasih, bekerja dalam kesabaran, bekerja dalam kesetiaan yang tak pernah habis. Di dalam Anak-Mu, Tuhan kami, Engkau menyatakan bahwa selama masih siang, pekerjaan-Mu harus dinyatakan; membuka mata yang buta, menegakkan yang tertindas, menghadirkan pengharapan di tengah dunia yang gelap. Namun ya Tuhan, di hadapan karya-Mu yang agung itu, kami melihat diri kami apa adanya. Engkau terus berkarya, tetapi kami sering memilih diam. Engkau setia menuntaskan pekerjaan kasih-Mu, tetapi kami mudah menyerah,  menunda, dan mengabaikan tanggung jawab. Kami lupa bahwa hidup ini adalah kesempatan. Kami lupa bahwa waktu adalah anugerah. Kami lupa bahwa setiap pagi adalah panggilan untuk ambil bagian dalam pekerjaan-Mu. Sering kali kami lebih sibuk menghakimi daripada melayani. Lebih cepat melihat kesalahan orang lain daripada membuka mata bagi penderitaan sesama. Kami tidak meneladani-Mu, ya Allah. Kami menikmati terang, tetapi enggan menjadi pembawa terang. Kami menerima kasih, tetapi lambat membagikan kasih. Ampuni kami, Tuhan. Ampuni kelambanan hati kami. Ampuni kemalasan kami. Ampuni ketika kami menyia-nyiakan “siang” yang Engkau percayakan kepada kami. Ajarlah kami menyadari kembali bahwa Engkau adalah Allah yang bekerja sampai saat ini dan kami adalah umat yang dipanggil untuk berkarya selagi masih siang.

J      :   ( Menyanyi PKJ 43:1 Tuhan, Kami Berlumuran Dosa )

Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami.

P     :   Ya Tuhan, Allah kami, Allah yang bekerja tanpa henti, Allah yang dalam kasih-Mu tidak pernah lalai, Engkau yang sejak awal menciptakan terang, memisahkan siang dari malam, dan sampai hari ini tetap berkarya memelihara dunia. Tuhan, Engkau memberi kami waktu, memberi kami kesempatan, Engkau memberi kami panggilan dan tanggung jawab.  Namun terkadang kami menyia-nyiakan semuanya. Sebagai dosen, kami dipanggil untuk mendidik dengan hati, membimbing dengan integritas, sayangnya terkadang, kami bekerja sekadar memenuhi kewajiban. Sering kami menunda tugas yang seharusnya segera diselesaikan. Ada saat di mana kami tidak jujur atas apa yang kami kerjakan. Ampuni kami, ya Tuhan. Sebagai tenaga kependidikan, kami diberi tanggung jawab untuk melayani dengan setia. Namun terkadang ada pekerjaan yang terabaikan. Ada waktu kerja yang tidak kami maknai sebagai kesempatan untuk berkarya bagi-Mu. Ada sikap acuh, ada kelalaian, ada ketidakjujuran. Kami lupa bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, adalah bagian dari panggilan suci. Kasihanilah kami, ya Tuhan. Sebagai mahasiswa, kami diberi kesempatan belajar yang tidak semua orang miliki. Ada orang tua yang berkorban, ada keluarga yang berjuang, ada banyak tangan yang menopang perjalanan kami. Namun kami sering menunda-nunda. Seringkali kami mengabaikan kuliah. Kami tidak mengerjakan tugas dengan sungguh. Kami tidak menghargai waktu yang Engkau percayakan. Kami tidak memaknai pengorbanan mereka yang mendukung kami. Ampuni kami, ya Tuhan. Tuhan, kami sadar waktu tidak akan kembali. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Hari ini adalah anugerah, bukan hak kami. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami supaya kami beroleh hati yang bijaksana. Bangunkan kami dari kelalaian. Pulihkan integritas kami. Teguhkan komitmen kami untuk berkarya selagi masih siang, bukan karena takut akan malam, tetapi karena kami mengasihi Engkau dan ingin setia pada panggilan-Mu. Jangan biarkan kami hidup dalam penyesalan karena menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau beri. Bentuklah kami menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur dalam pekerjaan, setia dalam perkara kecil, dan sungguh-sungguh dalam setiap tugas. Ya Tuhan, ampuni dosa kelalaian kami, ampuni ketidakjujuran kami, ampuni sikap menunda dan mengabaikan waktu. Perbarui hati kami agar setiap siang yang Engkau berikan, kami isi dengan karya yang memuliakan nama-Mu.

J      :   ( Menyanyi PKJ 43:1 Tuhan, Kami Berlumuran Dosa )

Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami.

P     :  Ya Allah yang hidup, Engkau Allah yang tidak pernah berhenti berkarya. Sejak matahari terbit hingga terbenam, bahkan ketika kami terlelap, Engkau tetap bekerja memelihara ciptaan-Mu. Hari ini kami sadar, ya Tuhan, sebagaimana Engkau terus berkarya, kami pun dipanggil untuk berkarya. Setiap waktu yang Engkau berikan bukanlah sesuatu yang biasa, melainkan anugerah yang kudus. Ampuni kami jika selama ini kami menganggap waktu sebagai milik kami, padahal itu adalah titipan-Mu. Ampuni kami jika kami pernah menunda kebaikan, menunda tanggung jawab, menunda karya yang seharusnya bisa kami lakukan hari ini. Tuhan, ajar kami memaknai setiap detik. Biarlah setiap jam yang berlalu tidak kosong dan sia-sia, tetapi menjadi kesempatan untuk berbuat kasih, menegakkan kebenaran, melakukan yang terbaik dalam seluruh tanggung jawab kami. Tolong kami melihat setiap hari seakan-akan itu adalah hari terakhir yang Engkau percayakan. Bukan untuk membuat kami takut, tetapi supaya kami hidup dengan sungguh sungguh. Supaya kami tidak menunda berkata baik, tidak menunda mengampuni, tidak menunda bekerja dengan jujur dan setia; karena kami tahu, ya Tuhan, waktu akan berakhir. Tak seorang pun mengetahui kapan malam itu tiba. Namun selagi Engkau masih memberi kesempatan, kami tidak mau menyia-nyiakannya. Bangkitkan semangat kami untuk berkarya selagi masih siang. Teguhkan hati kami untuk setia. Penuhi kami dengan hikmat agar setiap keputusan dan setiap tindakan kami menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Mu. Biarlah hidup kami tidak berlalu tanpa makna. Biarlah ketika malam itu tiba, kami boleh berkata: kami telah berusaha setia atas waktu dan kesempatan yang Engkau beri. Amin.

“HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN”

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara

Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti, ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  • Doa Epiklese
  • Pembacaan Alkitab: Yohanes 9:4

(diakhiri dengan mengatakan: Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)

  • J      : ( Menyanyi “Haleluya ) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
  • Khotbah
  • Pujian dari Sdri. Nanda & Sdri. Wulan

DOA SYUKUR & SYAFAAT

PERSEMBAHAN

P     :  Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, setiap berkat yang kita terima hari ini—napas kehidupan, kesehatan, pekerjaan, kesempatan belajar dan melayani—semuanya berasal dari Tuhan yang setia. Tidak ada yang benar-benar milik kita; kita hanya dipercayakan untuk mengelola apa yang Tuhan anugerahkan. Oleh karena itu, marilah kita memberi dengan sukacita sebagai wujud syukur dan komitmen kita untuk terus berkarya bagi Tuhan selagi masih ada waktu.

PERSEMBAHAN DIIRINGI PUJIAN DARI IBU LUSIA

PENGUTUSAN DAN BERKAT

(Jemaat berdiri)

P      :  Jemaat yang dikasihi Tuhan, ibadah ini akan segera berakhir, tetapi perjumpaan kita dengan Tuhan tidak pernah berakhir. Apa yang kita dengar, doakan, dan nyanyikan hari ini kiranya tidak berhenti di dalam gedung ini, tetapi hidup dalam setiap langkah kita. Kita telah diingatkan untuk berkarya selagi masih siang, maka ketika kita kembali ke ruang kerja, ruang kelas, keluarga, dan pelayanan kita, mari kita hadir sebagai pribadi-pribadi yang baru; lebih jujur, lebih setia, lebih sungguh dalam setiap tanggung jawab. Jangan biarkan firman hanya menjadi pengetahuan. Biarlah ia menjadi tindakan. Jangan biarkan kesempatan berlalu tanpa makna. Biarlah setiap hari kita isi dengan karya kasih. Untuk itu, arahkanlah hatimu dan terimalah berkat Tuhan. “Kiranya kasih Allah meneguhkan tanganmu untuk berkarya selagi masih siang, menguatkan hatimu untuk tetap jujur dan setia, serta memenuhi hidupmu dengan hikmat dan kasih, supaya setiap langkahmu menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya.”

J      :   ( Menyanyi “Amin” ) Amin.. Amin.. Amin..

”JANGAN LELAH”

Jangan lelah
Bekerja di ladangnya Tuhan
Roh Kudus yang b’ri kekuatan
yang mengajar dan menopang

Tiada lelah
Bekerja bersama-Mu, Tuhan
yang selalu mencukupkan
akan segalanya

Ratakan tanah bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun
di atas dasar iman

TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT BERKARYA DALAM HIKMAT TUHAN,
ALLAH YANG BAIK MENEGUHKAN KITA SELALU!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *