Waingapu, 26 Januari 2026 — Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina Sumba) secara resmi meresmikan Instalasi Teknologi Genomik pada Senin (26/1/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan riset, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi genomik di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Sumba.
Instalasi Teknologi Genomik Unkriswina Sumba merupakan bagian dari Program Akselerasi Pengetahuan dan Teknologi Genomik Indonesia yang diinisiasi oleh Yayasan Satria Budi Dharma Setia (YSDS) serta didukung oleh Bank Panin. Program ini bertujuan memperluas akses perguruan tinggi di daerah terhadap teknologi genomik guna mendukung riset terapan, peningkatan kualitas pendidikan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan dan bioteknologi nasional.
Acara peresmian dihadiri oleh pimpinan universitas, perwakilan mitra program, unsur pemerintah daerah, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika Unkriswina Sumba. Momentum ini menegaskan komitmen Unkriswina Sumba dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal dan nasional.
Dalam rangkaian acara tersebut, sambutan pertama disampaikan oleh Rektor Unkriswina Sumba,
Bapak Dr. Maklon F. Killa, S.E., M.Si., yang menegaskan komitmen universitas dalam pengembangan riset dan pemanfaatan teknologi genomik sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Satria Budi Dharma Setia (YSDS) atas kepercayaan yang diberikan kepada Unkriswina Sumba sebagai lokasi penempatan Instalasi Teknologi Genomik.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa dengan kehadiran laboratorium ini, Unkriswina Sumba kini memiliki kemampuan untuk melakukan analisis genomik secara langsung di kampus tanpa harus mengirim sampel ke luar daerah. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penelitian sekaligus meningkatkan efisiensi dari sisi waktu dan biaya. Beliau juga menegaskan bahwa Unkriswina Sumba menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Nusa Tenggara Timur yang memiliki fasilitas laboratorium genomik.
Dalam sambutannya, Rektor turut menyoroti merebaknya kasus African Swine Fever (ASF) yang berdampak signifikan terhadap sektor peternakan di wilayah Sumba. Menurut beliau, keberadaan Instalasi Teknologi Genomik ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya analisis, penelitian, dan pemetaan virus ASF, sehingga perguruan tinggi dapat berperan aktif membantu pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan riset berbasis data genomik.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Erlina Ratu selaku Pembina Yayasan Satria Budi Dharma Setia (YSDS), yang menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan riset genomik di perguruan tinggi. Beliau menyampaikan bahwa dukungan terhadap Unkriswina Sumba merupakan bagian dari upaya mendorong universitas agar mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Adapun sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), Bapak Jeffrie Lempas, yang menaruh harapan besar agar fasilitas dan peralatan yang telah diberikan tidak hanya dirawat dengan baik, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut beliau, pemanfaatan yang maksimal akan memastikan bahwa kepercayaan dan investasi yang diberikan dapat menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.
Melalui kehadiran Instalasi Teknologi Genomik ini, Unkriswina Sumba diharapkan mampu mendorong lahirnya riset-riset kolaboratif, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam bidang bioteknologi, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran fasilitas ini menjadi kontribusi strategis Unkriswina Sumba dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menghadirkan solusi berbasis riset bagi pembangunan Pulau Sumba yang berkelanjutan.









Salam KITA berSiNAR!