PERSIAPAN IBADAH
- Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
- Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.
PANGGILAN BERIBADAH
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Saudara-saudari yang terkasih, seluruh civitas akademika yang diberkati Tuhan, pada hari ini kita berhimpun dalam persekutuan ibadah, bukan karena kehendak kita semata, melainkan karena Tuhan sendirilah yang telah memanggil kita. Dari tengah segala kesibukan hidup, dari beban dan pergumulan yang kita tanggung, bahkan dari berbagai keadaan hati yang kita bawa, Tuhan menghimpunkan kita ke dalam hadirat-Nya yang kudus. Dialah yang mengundang kita untuk datang kepada-Nya, bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan kerinduan untuk berjumpa dengan Dia yang adalah sumber kehidupan. Di dalam hadirat-Nya, kita menemukan ketenangan bagi jiwa yang letih, penghiburan bagi hati yang terluka, serta kekuatan baru untuk melangkah dalam perjalanan hidup kita. Sebagaimana firman Tuhan mengingatkan kita bahwa di dalam Dia ada damai sejahtera yang melampaui segala akal, maka pada saat ini kita diajak untuk meletakkan segala kekuatiran dan mengarahkan hati serta pikiran kita sepenuhnya kepada-Nya. Kiranya dalam persekutuan ibadah ini, kita dimampukan untuk mendengar suara Tuhan, mengalami kasih-Nya, serta diperbarui oleh kuasa Roh-Nya, sehingga kita diperlengkapi untuk menjalani hari-hari ke depan dengan iman yang teguh dan pengharapan yang hidup. Dengan kerendahan hati dan penuh syukur, marilah kita menyambut panggilan Tuhan ini, dan memasuki ibadah kepada-Nya.
(Jemaat berdiri)
♫ “KUMASUKI GERBANG-NYA” ♫
Kumasuki gerbang-Nya
Dengan hati bersyukur
Halaman-Nya dengan pujian
Kataku, “Hari ini harinya Tuhan”
Ku bersuka s’bab Dia girangkanku
Dia girangkanku, oh, Dia girangkanku
Ku bersuka s’bab Dia girangkanku, oh-ho
Dia girangkanku, oh, Dia girangkanku
Ku bersuka s’bab Dia girangkanku
VOTUM DAN SALAM
P : Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.
P&J: Amin.
(Jemaat duduk)
LITANI IMAN YANG MEMBUMI
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Ya Tuhan Yang Maha Kasih, Engkaulah Allah yang tidak tinggal jauh dan tak terjangkau, melainkan Allah yang telah datang mendekat, yang turun ke dalam dunia, yang masuk ke dalam sejarah kehidupan manusia. Engkau melihat penderitaan, Engkau mendengar jeritan, Engkau menjawab kebutuhan umat-Mu. Di dalam kasih-Mu, Engkau bekerja memulihkan yang rusak, mengangkat yang tertindas, menghibur yang berduka, dan memberi harapan bagi mereka yang kehilangan arah. Bahkan, Engkau rela berkorban, menyerahkan diri-Mu, agar dunia ini diselamatkan. Setelah Engkau menyelesaikan karya keselamatan itu dengan sempurna, Engkau naik ke surga, tetapi Engkau mempercayakan dunia ini kepada kami. Ya Tuhan, di hadapan kasih-Mu yang demikian besar, kami menyadari keberdosaan kami. Seringkali kami hanya menengadah ke langit, mencari Engkau dalam doa-doa kami, tetapi gagal melihat Engkau yang hadir di dalam realitas kehidupan. Kami tidak meneladani apa yang telah Engkau kerjakan di bumi. Kami lebih suka berdiam dalam kenyamanan iman kami daripada terlibat dalam pergumulan dunia. Kasihanilah kami, ya Tuhan. Ampunilah kami.
J : (♫ Menyanyi KJ 42 “Tuhan, Kasihani” ♫)
Tuhan, kasihani, Kristus, kasihani,
Tuhan, kasihani kami!
P : Ya Tuhan yang penuh belas kasihan, kami mengaku bahwa dalam perjalanan hidup kami, ada begitu banyak realitas yang luput dari perhatian kami. Kami terlalu sering mengarahkan pandangan kami ke atas, tetapi melupakan untuk melihat ke sekeliling kami. Kami tidak peka terhadap mereka yang tertindas, tidak sungguh melihat mereka yang miskin, tidak sungguh mendengar jeritan mereka yang bergumul dalam penderitaan. Kami berjalan melewati sesame kami tanpa hati yang tergerak. Kami melihat, tetapi tidak sungguh memperhatikan. Kami mendengar, tetapi tidak sungguh peduli. Seringkali kami terjebak dalam diri kami sendiri; dalam kepentingan kami, dalam ego kami, dalam kenyamanan hidup kami. Kami lebih memilih aman daripada hadir bagi mereka yang membutuhkan. Ya Tuhan, inilah dosa kami: ketidakpekaan, ketidakpedulian, dan hati yang mengeras. Kasihanilah kami, ya Tuhan. Ampunilah kami.
J : (♫ Menyanyi KJ 42 “Tuhan, Kasihani” ♫)
Tuhan, kasihani, Kristus, kasihani,
Tuhan, kasihani kami!
P : Ya Tuhan Yang Setia, jika dalam hari-hari yang telah berlalu kami hidup tanpa kepekaan, tanpa kepedulian, dan tanpa keberanian untuk hadir bagi sesama kami, maka pada saat ini kami datang dengan kerinduan yang baru. Kami rindu untuk hidup sebagai umat-Mu yang tidak hanya menatap ke langit, tetapi juga melihat bumi dengan mata kasih-Mu. Kami rindu memiliki hati yang peka, yang mampu merasakan luka sesama, yang tergerak oleh penderitaan orang lain, dan yang tidak tinggal diam di hadapan ketidakadilan. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk memiliki iman yang membumi; iman yang hadir, iman yang peduli, iman yang bekerja di tengah kehidupan. Mampukan kami untuk melihat seperti Engkau melihat, mengasihi seperti Engkau mengasihi, dan bertindak seperti Engkau telah bertindak. Tolonglah kami, ya Tuhan, agar hidup yang Engkau percayakan kepada kami menjadi berkat bagi sesama kami. Perbaruilah hati kami, lembutkanlah jiwa kami, dan utuslah kami kembali ke dalam dunia sebagai saksi kasih-Mu yang nyata. Di dalam kerendahan hati kami datang, memohon pengampunan dan pembaruan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
♫ KJ 432:1 “JIKA PADAKU DITANYAKAN” ♫
Jika padaku ditanyakan apa akan kub’ritakan
pada dunia yang penuh penderitaan,
‘kan ku sampaikan kabar baik pada orang-orang miskin,
pembebasan bagi orang yang ditawan;
yang buta dapat penglihatan, yang tertindas dibebaskan;
sungguh tahun rahmat Tuhan sudah tiba.
K’rajaan Allah penuh kurnia
itu berita bagi isi dunia.
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
- Doa Epiklese
- Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 1:6-11
(diakhiri dengan mengatakan: “Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)
- J : (♫ Menyanyi “Haleluya” ♫) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
- Khotbah
- Pujian dari Program Studi Peternakan
DOA SYUKUR & SYAFAAT
PERSEMBAHAN
P : Saudara-saudari yang terkasih di Kristus, Allah yang kita sembah adalah Allah yang telah terlebih dahulu memberi. Ia tidak tinggal jauh dari kita, melainkan hadir di tengah kehidupan, menyatakan kasih-Nya melalui karya-Nya yang nyata bagi dunia. Ia memberi kehidupan, Ia memberi keselamatan, Ia memberi segala yang kita miliki saat ini. Pada saat ini, kita pun dipanggil untuk memberi, bukan sekadar dari kelimpahan kita, tetapi sebagai ungkapan syukur dan tanggapan iman kita kepada-Nya. Persembahan yang kita bawa bukan hanya berupa materi, melainkan tanda dari hati yang percaya, hati yang rindu untuk ambil bagian dalam karya Allah di dunia ini. Kiranya melalui persembahan ini, kita belajar memiliki iman yang tidak hanya terarah ke langit, tetapi juga hadir dan bekerja di bumi; menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama Tuhan. Marilah kita membawa persembahan kita kepada Tuhan.
♫ “KASIH-NYA SEPERTI SUNGAI” ♫
Kasih-Nya seperti sungai
Kasih-Nya seperti sungai
Kasih-Nya seperti sungai di hatiku
Mengalir di waktu susah
Mengalir di waktu senang
Kasih-Nya seperti sungai di hatiku
Berkat-Nya seperti sungai
Berkat-Nya seperti sungai
Berkat-Nya seperti sungai di hatiku
Mengalir di waktu susah
Mengalir di waktu senang
Berkat-Nya seperti sungai di hatiku
PENGUTUSAN DAN BERKAT
(Jemaat berdiri)
P : Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, ibadah ini akan segera kita akhiri, tetapi perjumpaan kita dengan Tuhan tidak berakhir di tempat ini. Kita telah datang, kita telah mendengar firman-Nya, kita telah merasakan kasih dan kehadiran-Nya. Kini kita diutus kembali ke dalam kehidupan kita masing-masing. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak hanya menatap ke langit, tetapi juga melihat dan hadir di tengah realitas kehidupan. Oleh karena itu, pergilah dengan iman yang membumi; iman yang hidup, iman yang peka, iman yang dinyatakan dalam kasih dan tindakan nyata. Jadilah saksi Kristus di tengah dunia, menjadi terang di tengah kegelapan, dan menjadi pembawa damai di tengah pergumulan hidup. Sekarang, arahkanlah hati kita dan kita mohon berkat Tuhan. “Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa serta persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian, sekarang ini dan sampai selama-lamanya.”
J : (♫ Menyanyi “Amin” ♫) Amin.. Amin.. Amin..
♫ KJ 425:1,3 ”BERKUMANDANG SUARA DARI SEBERANG” ♫
Berkumandang suara dari seberang,
“Kirimlah cah’yamu!”
Banyak jiwa dalam dosa mengerang,“Kirimlah cah’yamu!”
Ref.:
Kirimlah pelita Injili
menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili
menyentak yang terlelap.
Jangan kita tinggal diam mendengar:
“Kirimlah cah’yamu!”
Injil Tuhan haruslah kita sebar,
“Kirimlah cah’yamu!”
Ref.:
TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT MEMAKNAI KENAIKAN TUHAN YESUS KRISTUS,
ALLAH YANG BAIK MEMAMPUKAN KITA UNTUK MENJADI SAKSI-NYA!”
