LITURGI IBADAH SENIN, 22 JUNI 2026 UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA “HARI ESOK DITENTUKAN OLEH APA YANG DITABUR HARI INI”

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram

PERSIAPAN IBADAH

  • Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
  • Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.

PANGGILAN BERIBADAH

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Saudara-saudari yang terkasih, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang telah memelihara dan menyertai kita hingga memasuki minggu kerja yang baru. Dengan segala berkat, kesempatan, dan kehidupan yang masih Tuhan anugerahkan, saat ini kita datang bersama-sama untuk beribadah kepada-Nya. Dialah sumber hikmat yang menuntun langkah kita ketika menghadapi berbagai pilihan dan tantangan. Dialah sumber kekuatan yang meneguhkan kita ketika lelah dan putus asa. Dialah sumber berkat yang memampukan kita untuk menjalani tugas dan panggilan hidup dengan setia. Tanpa penyertaan-Nya, segala usaha manusia menjadi sia-sia, tetapi bersama Tuhan kita dimampukan untuk menabur kebaikan, kebenaran, dan kasih yang akan menghasilkan buah yang baik pada waktunya. Oleh karena itu, marilah seluruh civitas akademika, kita membuka hati, pikiran, dan hidup kita di hadapan Tuhan. Kiranya melalui pujian, doa, dan perenungan Firman-Nya, kita diperbarui, diteguhkan, dan diperlengkapi untuk menjalani minggu yang baru dengan iman, pengharapan, dan semangat untuk terus menabur hal-hal yang baik. Dengan sukacita, marilah kita berdiri dan memulai ibadah kita di dalam nama Tuhan. Amin.

(Jemaat berdiri)

NKB 7:1,6 “NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU”

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah,
Pencipta cakrawala.
Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia
besarkanlah nama-Nya.

Ref.:

Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah,
semua ciptaan-Nya.
Semesta alam, pujilah Tuhan yang di sorga,
nyanyikan: Haleluya!

Ref.:

VOTUM DAN SALAM

P      :   Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.

P&J:   Amin.

(Jemaat duduk)

LITANI HARI ESOK DITENTUKAN OLEH APA YANG DITABUR HARI INI

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Ya Allah yang setia, di hadapan-Mu kami datang dengan hati yang remuk dan penuh penyesalan. Engkau adalah sumber kehidupan yang telah menciptakan, memelihara, dan memberkati kami dengan begitu banyak kasih karunia. Namun, kami mengakui bahwa dalam perjalanan hidup kami, tidak selalu kami menabur benih-benih yang berkenan kepada-Mu. Engkau telah mengajar kami untuk menabur kasih, tetapi kami sering menabur sikap egois dan mementingkan diri sendiri. Engkau menghendaki kami menabur kebenaran, tetapi kami terkadang memilih jalan yang lebih mudah daripada jalan yang benar. Engkau memanggil kami untuk menabur kesetiaan dan ketaatan, tetapi kami lebih sering mengikuti keinginan dan kehendak kami sendiri daripada mendengarkan suara-Mu. Kami mengakui bahwa melalui pikiran, perkataan, dan tindakan kami, ada banyak benih yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu yang telah kami taburkan. Kami rajin mendengar firman-Mu, tetapi sering lalai melaksanakannya. Kami mengaku percaya kepada-Mu, tetapi kehidupan kami tidak selalu mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kami berharap menuai damai, sukacita, dan berkat, tetapi sering kali kami lupa bahwa semua itu harus diawali dengan menabur kehidupan yang berkenan kepada-Mu. Dalam kesibukan pekerjaan, studi, pelayanan, dan berbagai tanggung jawab hidup, kami sering mengabaikan persekutuan dengan-Mu dan kurang memberi ruang bagi Firman-Mu untuk menuntun langkah kami. Akibatnya, benih-benih iman, kasih, dan pengharapan yang seharusnya bertumbuh dalam diri kami menjadi lemah dan tidak berbuah sebagaimana yang Engkau kehendaki. Ya Tuhan, kami menyesali setiap benih yang salah yang telah kami taburkan dalam hidup kami. Ampunilah kami karena sering gagal hidup sebagai murid-murid Kristus yang setia. Perbaruilah hati kami agar mulai hari ini kami belajar menabur apa yang baik, benar, dan berkenan kepada-Mu, sehingga kehidupan kami menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu.Ya Tuhan, kasihanilah dan ampunilah kami.

J      :   ( Menyanyi KJ 29:1 Di Muka Tuhan Yesus )

Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.

P     :   Ya Tuhan yang Mahakudus, Firman-Mu mengingatkan bahwa apa yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya. Namun, kami mengakui bahwa dalam perjalanan hidup kami, tidak semua yang kami tabur adalah benih yang baik. Sering kali kami menabur perkataan yang melukai, kritik yang menjatuhkan, gosip yang merusak, dan kata-kata yang menimbulkan perpecahan. Kami menabur kemarahan ketika seharusnya menabur kesabaran. Kami menabur kebencian ketika seharusnya menabur kasih. Kami menabur sikap acuh tak acuh ketika seharusnya menghadirkan kepedulian. Kami juga mengakui bahwa dalam dunia yang penuh persaingan, kami terkadang lebih memilih jalan yang mudah daripada jalan yang benar. Ada saat-saat ketika kami tidak jujur, tidak bertanggung jawab, menyalahgunakan kepercayaan orang lain, atau mengabaikan penderitaan sesama demi kepentingan diri sendiri. Kami sadar bahwa banyak benih yang kami tabur melalui pikiran, perkataan, dan tindakan tidak selalu menghasilkan kehidupan, melainkan menghadirkan luka bagi sesama dan merusak relasi yang seharusnya dibangun dalam kasih. Dengan kerendahan hati kami mengakuinya di hadapan-Mu. Ya Tuhan, kasihanilah dan ampunilah kami.

J      :   ( Menyanyi KJ 29:2 Di Muka Tuhan Yesus )

Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus.

P     :   Ya Tuhan yang penuh kasih dan berlimpah kasih setia, kami bersyukur karena hingga hari ini Engkau masih memberi kami kehidupan, nafas, kesempatan, dan waktu untuk berubah. Kami sadar bahwa semua ini adalah anugerah-Mu. Kami tidak selalu layak menerimanya, tetapi Engkau tetap membuka pintu pertobatan bagi kami. Oleh karena itu, pada saat ini kami datang bukan hanya untuk mengaku dosa, tetapi juga untuk memperbarui komitmen kami di hadapan-Mu. Kami rindu agar hari-hari yang masih Engkau percayakan kepada kami, tidak kami sia-siakan. Ajarlah kami menabur benih-benih yang baik dalam setiap aspek kehidupan kami. Ketika kami berbicara, mampukan kami menabur kata-kata yang membangun. Ketika kami bekerja dan belajar, mampukan kami menabur kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Ketika kami berjumpa dengan sesama, mampukan kami menabur kasih, penghormatan, kepedulian, dan damai sejahtera. Ketika kami menghadapi perbedaan dan konflik, mampukan kami menabur pengampunan dan rekonsiliasi. Tolong kami agar tidak lelah berbuat baik, sebagaimana Firman-Mu mengajarkan. Ketika kami tergoda untuk menabur kebencian, ingatkan kami untuk menabur kasih. Ketika kami ingin menyerah melakukan yang benar, kuatkan kami untuk tetap setia. Ketika kami melihat ketidakadilan, berikan keberanian untuk menjadi pembawa kebenaran dan keadilan. Kiranya kehidupan kami menjadi ladang yang menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu dan membawa berkat bagi banyak orang. Biarlah melalui apa yang kami tabur hari ini, masa depan yang lebih baik dapat terwujud bagi keluarga, gereja, kampus, masyarakat, dan bangsa kami. Dengan hati yang bertobat dan penuh pengharapan, kami datang kepada-Mu. Ya Tuhan, kasihanilah dan ampunilah kami. Amin.

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’ri
Hidup ini hanya sementara

Oh Tuhan, pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  • Doa Epiklese
  • Pembacaan Alkitab: Galatia 6:7-10

(diakhiri dengan mengatakan: Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)

  • J      : ( Menyanyi “Haleluya ) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
  • Khotbah

DOA SYUKUR & SYAFAAT

PERSEMBAHAN

P     :  Saudara-saudari yang terkasih, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa “apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7). Persembahan yang kita berikan saat ini adalah salah satu bentuk benih iman, syukur, dan ungkapan terima kasih atas segala kebaikan dan pemeliharaan-Nya dalam hidup kita. Kiranya melalui persembahan ini, kita belajar menabur yang baik, sehingga kehidupan kita dan pelayanan yang dikerjakan melalui persembahan ini menjadi berkat bagi banyak orang serta memuliakan nama Tuhan. Mari kita memberikan persembahan kita dengan hati yang bersyukur dan penuh sukacita.

NKB 208:1-3 “TABUR WAKTU PAGI”

Tabur waktu pagi, tabur benih kasih,
tabur waktu siang t’rus sampai senja.
Nantikan tuaian pada musim panen,
kita ‘kan bersuka bawa berkas-Nya.

Ref.:

Bawa berkas-Nya masuk lumbung-Nya,
kita ‘kan bersuka bawa berkas-Nya.
Bawa berkas-Nya masuk lumbung-Nya,
kita ‘kan bersuka bawa berkas-Nya.

Di terik sang surya, di g’lap bayang awan
kita pun menabur, riang bekerja.
Nanti panen tiba, tugas akan usai,
kita ‘kan bersuka bawa berkas-Nya.

Ref.:

Maju walau sukar, tabur bagi Tuhan,
biar jiwa raga susah dan lelah.
Sampai akhir nanti kita disambut-Nya,
kita ‘kan bersuka bawa berkas-Nya.

Ref.:

PENGUTUSAN DAN BERKAT

(Jemaat berdiri)

P      : Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita telah beribadah, memuji Tuhan, berdoa, dan merenungkan Firman-Nya. Melalui tema “Hari Esok Ditentukan oleh Apa yang Ditabur Hari Ini,” Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap pikiran, perkataan, dan tindakan yang kita lakukan adalah benih yang akan menentukan masa depan kita. Oleh karena itu, saat kita meninggalkan tempat ini dan memasuki minggu kerja yang baru, marilah kita menjadi penabur-penabur kebaikan. Taburkanlah kasih di tengah kebencian, damai di tengah pertikaian, kejujuran di tengah godaan untuk berbuat curang, dan pengharapan di tengah keputusasaan. Janganlah lelah berbuat baik, sebab pada waktu yang ditentukan Tuhan, kita akan menuai hasilnya. Untuk itu, mari kita arahkanlah hati kita dan kita mohon berkat Tuhan. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa dalam persekutuan dengan Roh Kudus akan senantiasa menuntun, meneguhkan dan menyertaimu dari sekarang sampai selama-lamanya.”

J      :   ( Menyanyi “Amin” ) Amin.. Amin.. Amin..

KJ 338:1,4 ”MARILAH, MARILAH, HAI SAUDARA”

Ref.:

Marilah, marilah, hai saudara,
menyebarkan terang dunia!
Banyak orang kemalangan menderita,
diliputi kegelapan kemelut.

Ref.:

Tuhan Allah mengasihi dunia ini,
Yesus Kristus menerangi yang gelap.

Ref.:

TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT MENABUR HAL BAIK DALAM TIAP KARYA YANG KITA KERJAKAN,
ALLAH YANG BAIK MEMAMPUKAN KITA!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *