PERSIAPAN IBADAH
- Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
- Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.
PANGGILAN BERIBADAH
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Saudara-saudari yang terkasih, seluruh civitas akademika yang diberkati Tuhan, pagi hari ini kita datang dengan berbagai cerita hidup. Ada yang datang dengan hati penuh syukur, ada yang datang dengan beban pikiran, ada juga yang mungkin datang dengan kelelahan yang belum sempat terucap. Namun di atas semuanya itu, kita percaya bahwa Tuhan yang sama yang menuntun kita sepanjang minggu yang telah berlalu adalah Tuhan yang setia yang kembali memanggil kita hari ini. Ia memanggil kita bukan karena kita kuat, tetapi justru karena kita membutuhkan-Nya. Ia mengundang kita untuk berhenti sejenak, meletakkan segala kesibukan, tekanan, dan pergumulan, serta datang berjumpa dengan-Nya. Mari kita mengingat kembali perjalanan kita minggu yang lalu; penyertaan Tuhan dalam setiap langkah, kekuatan yang Ia berikan di saat kita lemah, dan anugerah-Nya yang mungkin sering kita anggap biasa. Hari ini, kita tidak hanya datang untuk bersyukur, tetapi juga untuk menyerahkan minggu yang baru di hadapan Tuhan: segala rencana, tanggung jawab, pekerjaan, studi, dan pelayanan kita. Kiranya melalui ibadah ini, hati kita diteguhkan, jiwa kita dipulihkan, dan langkah kita diarahkan kembali oleh Tuhan. Mari kita bangkit berdiri, memusatkan hati dan pikiran kita, dan dengan penuh kerendahan hati kita datang menyembah Tuhan yang hidup.
(Jemaat berdiri)
♫ KJ 355:1,2 “YESUS MEMANGGIL” ♫
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!”
Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat, dengar sabda-Nya,
“Hai marilah seg’ra!”Ref.:
Sungguh, nanti kita ‘kan senang,
bebas dosa hati pun tent’ram
Bersama Yesus dalam terang
di rumah yang kekal.
Hai marilah, kecil dan besar,
biar hatimu girang benar.
Pilihlah Yesus jangan gentar.
Hai mari datanglah!Ref.:
VOTUM DAN SALAM
P : Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.
P&J: Amin.
(Jemaat duduk)
LITANI YANG TERLUKA, DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN
(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)
P : Ya Tuhan yang penuh kasih, Engkau adalah Allah yang tidak memperhitungkan pelanggaran kami. Allah yang mengampuni tanpa batas, yang memberi kesempatan baru ketika kami jatuh, yang memulihkan ketika kami hancur, dan yang mengangkat kami dari keputusasaan, ketidaklayakan, dan penyesalan. Seperti Engkau datang kepada Petrus, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memulihkan; demikianlah Engkau juga datang kepada kami hari ini. Namun kami mengaku, ya Tuhan, di tengah kasih-Mu yang begitu besar, kami sering melupakan Engkau. Kami lupa mengasihi-Mu dengan segenap hati kami. Kami lupa siapa kami di hadapan-Mu; bahwa kami hidup hanya oleh kasih dan pengampunan-Mu. Ampuni kami, ya Tuhan, ketika hati kami menjauh, ketika kasih kami menjadi dingin, dan ketika kami lebih sibuk dengan diri kami daripada datang kepada-Mu. Ya Tuhan, ajarlah kami, agar dalam setiap kerapuhan kami, kami datang kepada-Mu. Dalam setiap kegagalan kami, kami tidak lari dari-Mu. Dalam setiap keberdosaan kami, kami tidak bersembunyi dari wajah-Mu. Ajarlah kami untuk percaya bahwa Engkau adalah Allah yang tetap mengasihi kami, bahkan ketika kami merasa tidak layak dan ketika kami jatuh berulang kali. Jangan biarkan kami tenggelam dalam keputusasaan, ya Tuhan. Jangan biarkan kami hidup dalam rasa bersalah yang mematikan harapan. Tariklah kami kembali kepada-Mu, peluklah kami dalam kasih-Mu yang memulihkan. Di saat kami merasa gagal, ingatkan kami bahwa Engkau belum selesai dengan hidup kami. Di saat kami merasa rapuh, ingatkan kami bahwa kekuatan-Mu menjadi sempurna dalam kelemahan kami. Di saat kami merasa berdosa dan tidak layak, ingatkan kami bahwa kasih-Mu lebih besar dari segala dosa kami. Bentuklah hati kami, ya Tuhan, agar kami selalu kembali kepada-Mu, bukan menjauh dari-Mu; karena hanya di dalam Engkau, kami menemukan pengampunan, pemulihan, dan harapan yang baru.
J : (♫ Menyanyi NKB 10:1 “Dari Kungkungan Malam Gelap” ♫)
Dari kungkungan malam gelap, Yesus, Tuhan, ku datanglah;
masuk ke dalam t’rang-Mu tetap; Yesus, ku datanglah.
Dari sengsara, sakit dan aib, masuk dalam kasih ajaib.
Dan kurindukan dosaku raib, Yesus, ku datanglah.
P : Ya Tuhan, Engkau telah mengasihi, mengampuni, dan memulihkan kami. Namun, kami sering gagal melakukan hal yang sama kepada sesama kami. Kami mengaku di hadapan-Mu, kami yang telah dipulihkan, tidak memulihkan. Kami yang telah dikasihi, tidak mengasihi. Kami yang telah diampuni, justru menghakimi. Sering kali kehadiran kami bukan menjadi ruang yang merangkul, melainkan justru menyingkirkan. Kami hadir tanpa kepekaan, tanpa empati, tanpa hati yang mau memahami. Melalui sikap kami, kami membuat orang lain merasa kecil, tidak berarti, dan kehilangan harapan. Melalui kata-kata kami kami melukai hati sesama kami. Ampuni kami, ya Tuhan, atas kesombongan dan keegoisan kami, atas kata-kata yang keluar tanpa makna; yang hambar, sia-sia, bahkan menyakitkan. Ampuni kami untuk:kata-kata yang tidak menyejukkan, kata-kata yang membuat orang takut dan tertekan, ucapan yang kasar, dingin, dan tidak penuh kasih. Narasi tentang sesama yang penuh penghakiman, yang merendahkan dan tidak membangun. Kami mengaku, ya Tuhan, bahwa dalam relasi kami, kami sering tidak ramah, tidak bersahabat, tidak menghadirkan kasih. Dalam tugas dan panggilan kami, kami mengajar tanpa kelembutan, membimbing tanpa kesabaran, menegur tanpa kasih. Kami telah melukai rekan kerja kami, orang tua kami, dosen dan mahasiswa kami, anak-anak kami serta orang-orang yang Engkau percayakan dalam hidup kami. Kasihanilah kami, ya Tuhan. Lembutkan hati kami yang keras, hancurkan kesombongan yang diam-diam menguasai kami, dan ubahkan cara kami melihat, berkata, dan bersikap. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk menghadirkan kehadiran yang merangkul, kata-kata yang menyejukkan, dan relasi yang memulihkan agar melalui hidup kami, orang tidak semakin terluka, melainkan merasakan kasih-Mu yang nyata.
J : (♫ Menyanyi NKB 10:3 “Dari Kungkungan Malam Gelap” ♫)
Dari gelisah, angkuh, sesat, Yesus, Tuhan, ku datanglah;
masuk ke dalam naungan berkat, Yesus, ku datanglah.
Dari kecewa, hati sendu, masuk ke dalam t’rang kasih-Mu
dan sukacita pun milikku, Yesus, ku datanglah.
P : Ya Tuhan, Allah yang memulihkan, di hadapan-Mu kami datang dengan kerendahan hati. Kami mengaku, ya Tuhan, kami rapuh. Kami letih oleh pergumulan hidup, kami bimbang dalam langkah, kami gagal dalam usaha, dan kami terpuruk dalam dosa. Ada luka yang kami simpan dalam diam, ada air mata yang tidak terlihat, ada penyesalan yang terus menghantui, dan ada keputusasaan yang perlahan mengikis harapan kami. Kami mengaku, kami terluka, tetapi kami juga telah melukai. Kami membutuhkan pemulihan-Mu, ya Tuhan. Pulihkanlah kami, sentuhlah luka-luka terdalam dalam hidup kami, sembuhkan hati kami yang rapuh, dan angkat kami dari kejatuhan kami. Di saat kami merasa tidak layak, ingatkan kami bahwa kasih-Mu tidak pernah berubah. Di saat kami merasa gagal, teguhkan kami bahwa Engkau belum selesai dengan hidup kami. Di saat kami hampir menyerah, peluklah kami dengan kasih-Mu yang memberi harapan baru. Hari ini, ya Tuhan, di tengah segala keterbatasan kami, kami datang dengan sebuah komitmen. Ajarlah kami mengasihi dengan tulus, berkata dengan bijaksana, bertindak dengan kelembutan, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang terluka. Pakailah hidup kami, ya Tuhan, bukan untuk melukai, tetapi untuk menyembuhkan, bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menguatkan, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk merangkul. Biarlah melalui hidup kami, kasih-Mu yang memulihkan itu nyata, mengalir dari hati yang telah Engkau sembuhkan kepada dunia yang terluka. Karena kami percaya, ya Tuhan, bahwa kasih-Mu tidak berhenti dalam diri kami, melainkan terus bekerja, memulihkan, dan menghidupkan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
♫ “KAMI PERLU KAU TUHAN” ♫
Kemanakah kami mencari kasih sejati?
Kemanakah kami berserusaat badai datang menderu?
Yang kami tahu hanya Kau yang mampupulihkan segala sesuatu
Kami perlukan keajaiban-Mu
Kami butuhkan sentuhan tangan-Mu
Kami tak dapat jalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
- Doa Epiklese
- Pembacaan Alkitab: Yohanes 21:15-19
(diakhiri dengan mengatakan: “Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)
- J : (♫ Menyanyi “Haleluya” ♫) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
- Khotbah
DOA SYUKUR & SYAFAAT
PERSEMBAHAN
P : Saudara-saudari yang terkasih di Kristus, setelah kita mengalami kasih Tuhan yang mengampuni dan memulihkan, saat ini kita diberi kesempatan untuk merespons kasih itu melalui persembahan kita. Persembahan yang kita bawa bukan sekadar pemberian materi, melainkan ungkapan syukur dari hati yang telah disentuh dan dipulihkan oleh Tuhan. Kita memberi bukan karena kewajiban, tetapi karena kita telah terlebih dahulu menerima kasih-Nya. Biarlah apa yang kita persembahkan hari ini menjadi tanda bahwa hidup kita pun adalah milik Tuhan, siap dipakai untuk menghadirkan kasih dan pemulihan bagi sesama. Mari kita memberi dengan hati yang tulus dan penuh syukur.
♫ DIIRINGI PUJIAN DARI SDRI. NANDA & SDRI. ANGELIN ♫
PENGUTUSAN DAN BERKAT
(Jemaat berdiri)
P : Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita telah datang dengan segala kerapuhan dan Tuhan tidak menolak kita. Ia menerima, mengampuni, dan memulihkan kita. Kita diingatkan bahwa kita yang terluka dipanggil untuk dipulihkan, dan kita yang telah dipulihkan diutus untuk memulihkan sesama. Oleh karena itu, ketika kita akan kembali menjalani minggu yang baru, janganlah kita kembali dengan hati yang sama, tetapi dengan hati yang telah disentuh oleh kasih Tuhan. Pergilah dengan damai, bawalah kehadiran yang merangkul, ucapkan kata-kata yang menyejukkan, dan hiduplah sebagai saluran kasih Tuhan di tengah dunia yang terluka. Untuk itu, arahkanlah hatimu dan kita mohon berkat Tuhan. “Kiranya kasih Allah Bapa yang memulihkan, anugerah Tuhan Yesus Kristus yang mengampuni, dan persekutuan Roh Kudus yang menyertai, menguatkan dalam setiap kerapuhan, menghibur dalam setiap pergumulan, dan memampukan Saudara untuk menjadi alat pemulihan bagi sesama dari sekarang sampai selama-lamanya.”
J : (♫ Menyanyi “Amin” ♫) Amin.. Amin.. Amin..
♫ NKB 188:1,2 ”TIAP LANGKAHKU” ♫
Tiap langkahku diatur oleh Tuhan
dan tangan kasih-Nya memimpinku.
Di tengah badai dunia menakutkan,
hatiku tetap tenang teduh.Ref.:
Tiap langkahku ‘ku tahu yang Tuhan pimpin
ke tempat tinggi ‘ku dihantar-Nya,
hingga sekali nanti aku tiba
di rumah Bapa sorga yang baka.Di waktu imanku mulai goyah
dan bila jalanku hampir sesat,
‘ku pandang Tuhanku, Penebus dosa,
‘ku teguh sebab Dia dekat.Ref.:
TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT BERKARYA DALAM RAHMAT KASIH TUHAN,
ALLAH YANG BAIK MENOPANG KITA SELALU!”
