LITURGI IBADAH SENIN UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA SENIN,30 MARET 2026“JERITAN DARI KEDALAMAN LUKA KEPADA SANG PENCIPTA”

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram

PERSIAPAN IBADAH

  • Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
  • Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan dengan merenungkan Minggu Sengsara Kristus yang ke -7 di tandai dengan pembakaran lilin.

PANGGILAN BERIBADAH

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, terpujilah Tuhan yang telah memberi kita kehidupan, napas, dan kesempatan untuk berkumpul di hadapan-Nya. Tanpa terasa kita telah tiba di minggu terakhir dalam rangkaian Minggu Sengsara. Sebuah perjalanan iman yang membawa kita melihat lebih dalam akan kasih Tuhan. Kasih yang rela memikul segala beban dosa manusia, kasih yang tergambar dalam jeritan di kayu salib: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saudara-saudariku, melalui jalan penderitaan itu, kita belajar bahwa Tuhan tidak jauh dari pergumulan kita. Ia adalah Allah yang turut menderita di dalam penderitaan manusia. Ia adalah Allah yang memahami air mata kita yang mendengar jeritan kita. Oleh karena itu, pada saat ini, marilah kita datang menghadap Tuhan, meninggalkan sejenak segala kesibukan, melepaskan segala kegelisahan, menanggalkan beban-beban yang kita pikul. Datang dengan hati yang tenang, dengan jiwa yang rindu, dengan kerendahan hati. Arahkan seluruh hati kita untuk menyembah Dia. Dia yang setia. Dia yang mengasihi kita. Dia yang tidak pernah meninggalkan kita. Mari kita bangkit berdiri, memasuki hadirat Tuhan dan beribadah kepada-Nya. Masuklah dalam hadirat-Nya dengan hormat dan syukur.

(Jemaat berdiri)

KJ 368:1,2 “PADA KAKI SALIB-MU”

Pada kaki salibMu, Yesus, ku berlindung;
Air hayat Golgota pancaran yang agung.

Ref.:

Salib-Mu, salib-Mu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian.
Pada kaki salib-Mu, kasih-Mu kut’rima;
Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya.

VOTUM DAN SALAM

P      :   Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.

P&J:   Amin.

(Jemaat duduk)

LITANI JERITAN DARI KEDALAMAN LUKA KEPADA SANG PENCIPTA

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Ya Bapa yang penuh kasih, di hadapan-Mu kami datang dengan hati yang hancur, dengan jiwa yang lelah, dan dengan luka-luka yang selama ini kami sembunyikan. Hari ini kami pun berseru dari kedalaman batin kami, dari ruang-ruang gelap yang sering tak tersentuh oleh siapa pun. Tuhan, kami mengaku, bahwa kami sering menjauh dari-Mu, meskipun Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Kami menyimpan luka, tetapi tidak membawanya kepada-Mu. Kami menyimpan amarah, tetapi enggan mengampuni. Kami memelihara kekecewaan, tetapi lupa berharap kepada-Mu. Ya Tuhan, di tengah luka karena pengkhianatan, luka karena harapan yang tidak terpenuhi, luka karena ketidakadilan, bahkan luka yang kami sebabkan sendiri; kami sering memilih diam, atau bahkan menyalahkan-Mu dalam hati kami. Ampuni kami, ya Tuhan. Ampuni kami ketika kami meragukan kasih-Mu, ketika kami merasa Engkau jauh, padahal Engkau justru paling dekat dalam penderitaan kami. Ampuni kami ketika kami menutup hati, ketika kami membiarkan dosa mengakar dalam luka kami; dosa kesombongan, dosa kepahitan, dosa ketidakpedulian, dan dosa karena kami gagal mengasihi sesama. Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami membawa seluruh luka kami kepada-Mu. Kami tidak lagi menyembunyikannya, kami tidak lagi menutupinya dengan kepura-puraan. Terimalah pengakuan kami, ya Tuhan. Pulihkanlah jiwa kami. Amin.

NKB 83:4 NUN DI BUKIT YANG JAUH

Ku setia tetap ikut jalan salib, meski diriku pun dicela.
Satu saat kelak ku dibawa pergi ke tempat kemuliaan-Nya.
Salib itu ku junjung penuh, hingga tiba saat ajalku.
Salib itu ku rangkul teguh dan mahkota kelak milikku.

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  • Doa Epiklese
  • Pembacaan Alkitab: Matius 27:46

(diakhiri dengan mengatakan: Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)

  • J      : ( Menyanyi “Haleluya ) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
  • Khotbah dalam Fragmen

DOA SYUKUR & SYAFAAT

PERSEMBAHAN

P     :  Saudara-saudari yang terkasih di Kristus, persembahan yang kita bawa saat ini adalah ungkapan syukur atas kasih Tuhan dalam hidup kita. Mari kita memberi dengan hati yang sukacita, dengan iman bahwa Tuhan yang setia akan terus memelihara kehidupan kita.

KJ 439:1,2,4 ”BILA TOPAN K’RAS MELANDA HIDUPMU”

Bila topan k’ras melanda hidupmu,
bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

Ref.:

Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau ‘kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

Adakah beban membuat kau penat,
salib yang kau pikul menekan berat?
Hitunglah berkat-Nya, pasti kau lega
dan bernyanyi t’rus penuh bahagia!

Ref.:

Dalam pergumulanmu di dunia
janganlah kuatir, Tuhan adalah!
Hitunglah berkat sepanjang hidupmu,
yakinlah, malaikat menyertaimu!

Ref.:

PENGUTUSAN DAN BERKAT

(Jemaat berdiri)

P      :  Jemaat yang dikasihi Tuhan, kita telah berjalan bersama dalam perenungan akan penderitaan Kristus. Mendengar jeritan-Nya dan membawa jeritan hati kita kepada-Nya. Kini kita diutus kembali ke dalam kehidupan, bukan sebagai orang yang tanpa luka, tetapi sebagai orang yang percaya bahwa Tuhan hadir di dalam luka kita. Pergilah dengan iman, bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Pergilah dengan harapan, bahwa di balik penderitaan ada kasih yang memulihkan. Untuk itu, arahkanlah hati kita dan kita mohon berkat Tuhan. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa dalam persekutuan dengan Roh Kudus akan senantiasa menuntun, meneguhkan, dan menyertaimu dari sekarang sampai selama-lamanya.”

J      :   ( Menyanyi “Amin” ) Amin.. Amin.. Amin..

KJ 370:1,2 ”KU MAU BERJALAN DENGAN JURUS’LAMATKU”

Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah berbunga dan berair sejuk.
Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya.
Sampai aku tiba di neg’ri baka.

Ref.:

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
ya, ke mana juga ku mengikut-Nya!

Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah gelap, di badai yang menderu.
Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ku dibimbing tangan Tuhanku.

Ref.:

TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT BERKARYA DALAM RAHMAT TUHAN,
ALLAH YANG BAIK MENOPANG KITA SELALU!”