Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

SEMINAR INTERNASIONAL ‘RETHINKING DEVELOPMENT IN SUMBA’ DISELENGGARAKAN PRODI EKONOMI PEMBANGUNAN UNKRISWINA SUMBA

Seminar Internasional "Rethinking Development in Sumba

Waingapu, Sabtu, 10 Maret 2018 bertempat di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Prodi Ekonomi Pembangunan menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema ‘Rethinking Development In Sumba’ yang menghadirkan 3 pembicara Internasional yang pakar dibidangnya.

Pembicara 1 : Profesor Makoto Koike dari Universitas St. Andrew, Jepang, membawakan topik “The change in Sumbanese Society since 1985 : A View From Haharu”

Pembicara 2 : Dr. Sarah E. Hobgen dari Universitas Charles Darwin, Australia, membawakan topik “The Impact of Green Revolution and Irrigation Development in Sumba”

Pembicara 3 : Dr. Rambu L.K.R. Nugrohowardhani dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Indonesia, membawakan topik “The Rural Development and Local International Issues : Lessons learned from The National Cotton Program in east Sumba”

Seminar Internasional ini dibuka oleh Pimpinan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Dr. Maklon F. Killa, SE, M.Si sebagai Pembantu Rektor I dan selaku tuan rumah penyelenggara. Peserta dibatasi 200 orang yang meliputi mahasiswa, dosen dan kalangan umum.

Pembantu Rektor I dalam sambutannya pada seminar Internasional

 

Pembicara I, Professor Makoto Koike setelah memaparkan  topik yang dibawakannya yang juga merupakan hasil penelitiannya sejak tahun 1985 – 1988 di desa Wunga, Kecamatan Haharu menyampaikan saran, Apa artinya pembangunan daerah tanpa berkembangnya kebudayaan daerah. Sebaiknya Pembangunan di masyarakat Sumba harus seimbang antara budaya dan adat Sumba. Seharusnya ada keharmonisan antar pembangunan  ekonomi, budaya dan lingkungan hidup yang semuanya saling mempengaruhi.

Pembicara I dalam pemaparannya

 

Dr. Sarah E. Hobgen yang merupakan Pembicara II memaparkan Dampak revolusi hijau dan pembangunan irigasi di pulau Sumba. Dr. Sarah menceritakan tentang sejarah pertanian di Pulau Sumba, kemudian munculnya revolusi hijau di era tahun 60-an. Pertambahan area produksi pertanian curah hujan, Pertambahan area pertanian dengan sistem irigasi dan hasil – hasilnya dilihat dari sosial dan ekonomi.

Pembicara II dalam pemaparannya

 

Dr. Rambu L.K.R. Nugrohowardhani sebagai Pembicara III sekaligus tuan rumah penyelenggara seminar Internasional, dalam paparannya mengatakan Wilayah Sumba Timur mempunyai lingkungan alam (ekologi) yang unik dan dinamis, sehingga ketersediaan faktor produksi (Sumber Daya Ekonomi) seharusnya dipandang secara kontekstual dan fungsional.

Pembicara III dalam pemaparannya

Seminar Internasional berjalan dengan lancar dilanjutkan sesi tanya jawab para peserta yang cukup antusias. Seminar internasional ini diharapkan dapat memberi kontribusi pengetahuan lebih tentang membangun Pulau Sumba dengan mengetahui permasalahan dan solusi – solusinya. Sekaligus mempererat hubungan baik antar universitas yang terlibat didalamnya.

peserta Seminar Internasional

     

peserta Seminar Internasional

 

peserta Seminar dalam sesi tanya jawab