Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

Sekilas Tentang Kehutanan Di Kabupaten Sumba Timur

Sekilas Tentang Kehutanan Di Kabupaten Sumba Timur

    Sub sektor kehutanan Kabupaten Sumba Timur masih menyimpan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Luas hutan yang hanya tinggal 10 persen dari luas pulau memang membutuhkan manajemen pengelolaan hutan yang bertanggungjawab. Hutan di Kabupaten Sumba Timur selain menghasilkan hasil hutan seperti cendana, gaharu, jati, kayu merah, kutulak, rotan dan sarang burung, juga merupakan daerah prioritas konservasi aneka hayati global, bukan saja merupakan rumah bagi berbagai jenis burung langka (kakatua sumba dan rangkong sumba),  namun  juga  kehidupan  satwa liar di hutan  lainnya.  Karenanya pengelolaan hutan lindung dan suaka marga satwa di Taman Nasional Laiwanggi-Wanggameti dan sebagian Taman Nasional Tanadaru-Manupeu dilakukan dengan seksama. Pengembangan tanaman cendana pada tingkat pembibitan sudah dikuasai, namun pada tingkat keberhasilan tumbuh di lapangan masih diperlukan waktu untuk melakukan kajian-kajian guna mendapatkan paket teknologi pertumbuhan cendana yang tepat dan berkualitas. Potensi hutan produksi yang ada bila dibandingkan total kawasan hutan tidak memungkinkan untuk dieksploitasi, namun potensi beberapa jenis komoditi hasil hutan bukan kayu mempunyai keunggulan komperatif yang cukup potensial dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, yaitu : asam, kemiri, seedlak, gaharu atau kemedangan. Jenis ini telah memberikan kontribusi bagi daerah serta mendukung sektor ekonomi berupa pendapatan asli daerah dan pendapatan masyarakat. Selain itu, salah satu jenis tanaman lokal yang cukup potensial dan tumbuh secara alami adalah tanaman kesambi (Schleichera oleosa) sebagai tanaman inang budidaya kutulak (lacife lacca kerr) tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur dengan luasan sekitar 100 Ha. Komoditi hasil non kayu ini terus berkembang dan memberikan ekonomi riil bagi petani dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dengan prosentase produksi yang terus meningkat.

Tujuh komoditi potensial yang sangat menonjol untuk dikembangkan selain kutulak, adalah kemiri isi dan asam biji yang merupakan komoditi yang paling menonjol setelah kutulak, sebagaimana ditinjukan tabel berikut :

Keberhasilan pembangunan kehutanan bertautan erat dengan aktivitas pembangunan sektor lainnya sehingga selain membutuhkan desain perencanaan yang berkelanjutan juga diperlukan keterpaduan yang saling melengkapi antar berbagai sektor dan tingkatan hirarkis pemerintahan guna meminimalisir tekanan terhadap hutan alam yang kian menipis.