Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

Sekilas Tentang Data Kesehatan Di Kabupaten Sumba Timur

Sekilas Tentang Data Kesehatan Di Kabupaten Sumba Timur

    Selain sektor pendidikan yang sangat berperan dalam memacu peningkatan pendidikan masyarakat yang akan melahirkan masyarakat yang berkualitas dan siap membangun daerah menuju sejahtera, sektor kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran yang sangat penting dalam upaya  penanggulangan  kemiskinan.  Beberapa  Indikator  Kesehatan  secara  umum yang perlu di perhatikan dalam perencanaan pembangunan adalah angka harapan hidup, angka kematian bayi (Infant mortality rate), angka Kematian ibu melahirkan (Maternal mortality rate), rasio penduduk per dokter, rasio dokter per perawat dan rasion ibu hamil per bidan.

Angka harapan hidup penduduk Sumba Timur berfluktuasi setiap tahunnya. Pada tahun 2003 sebesar 63,2 tahun meningkat menjadi 64,1 tahun pada tahun 2004, namun pada tahun 2005 dan 2006 mengalami penurunan masing-masing sebesar 61,2 tahun dan 61,3 tahun. Pada tahun 2005 Angka Kematian Ibu Hamil (AKI) tercatat 645/100.000 kelahiran hidup dan apabila dilihat dari angka kematian bayi, selama kurun waktu 2003 – 2004 angka kematian bayi turun dari 57 orang anak setiap 1000 kelahiran tahun 2003 turun menjadi 53 orang anak setiap 1000 kelahiran pada tahun 2004. Hal ini dipengaruhi oleh masa persalinan, pemberian air susu ibu (ASI), makanan serta pemberian imunisasi.

    Berdasarkan hasil Susenas 2006, menunjukan bahwa rasio penduduk per dokter adalah 6,524 : 1 artinya satu orang Dokter melayani penduduk sebanyak 6,524 orang sedangkan satu orang perawat melayani 1.127 orang dan 1 orang Bidan melayani 1.020 orang. Jumlah tenaga medis di kabupaten Sumba Timur tahun 2006 terdiri dari 33 orang dokter umum, 191 orang bidan dan 211 orang perawat, di samping itu terdapat 454 orang dukun terlatih. Jika dilihat dari rasio tenaga medis per jumlah penduduk masih sangat membutuhkan adanya penambahan tenaga kesehatan baik itu dokter, perawat atau bidan.

Sampai saat ini di Kabupaten Sumba Timur baru memiliki dua buah rumah sakit dan satu klinik umum yang seluruhnya terdapat di kota waingapu. Puskesmas tersebar di seluruh kecamatan dan masing – masing kecamatan memiliki satu pukesmas, kecuali Kecamatan Kota Waingapu dan Nggaha Ori Angu memiliki dua puskesmas. Menurut data tahun 2006 terdapat 17 puskesmas, 67 puskesmas pembantu, 108 polindes dan 435 posyandu. Kecamatan Kota Waingapu sebagai Ibu Kota Kabupaten memiliki 15 orang tenaga dokter, 53 orang bidan dan 95 orang perawat.