Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

Sekilas Tentang Data Pendidikan Di Kabupaten Sumba Timur

Sekilas Tentang Data Pendidikan Di Kabupaten Sumba Timur

    Pembangunan dibidang pendidikan diharapkan dapat memacu peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang akan melahirkan masyarakat yang berkualitas dan siap membangun daerah menuju sejahtera. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur. Apabila dilihat dari jumlah partisipasi penduduk usia sekolah sampai dengan tahun 2006 didapat persentase partisipasi penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan partisipasi  penduduk  perempuan.  Hal  ini  menunjukkan  kecenderungan   penduduk terutama penduduk perempuan untuk tidak berpartisipasi dalam bidang pendidikan masih lebih tinggi dibandingkan penduduk laki-laki. Jumlah partisipasi penduduk usia sekolah sampai dengan tahun 2006 menunjukkan bahwa penduduk usia 7-12 tahun (SD) adalah 32,195 orang penduduk, penduduk usia 13-15 tahun (SLTP) adalah 14,663 orang penduduk, penduduk usia 16-18 tahun (SMU/SMK) adalah 14,680 orang penduduk dan penduduk usia 19-24 tahun (perguruan Tinggi) adalah 21,427 orang penduduk. Namun dari jumlah penduduk usia sekolah tersebut tidak seluruhnya mengecap pendidikan karena ada diantaranya yang tidak / belum pernah bersekolah.

Dari data diatas terlihat bahwa persentase penduduk yang tidak bersekolah semakin besar terdapat pada tingkat SLTA (usia 16-18 tahun) sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi (usia 19-24 tahun) dengan persentase penduduk perempuan sedikit lebih besar dari persentase penduduk laki-laki. Hal ini menunjukkan kecenderungan penduduk terutama penduduk perempuan untuk tidak melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi lebih besar dari penduduk laki-laki dan apabila dilihat dari kelompok umur penduduk berumur 10 tahun ke atas di Kabupaten Sumba Timur ternyata masih terdapat 12,53 % penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak atau belum pernah sekolah, dimana penduduk perempuan juga lebih banyak yakni sebanyak 16,01 % apabila dibandingkan dengan penduduk laki-laki sebanyak 9,40 %.

Selain itu untuk melihat gambaran pendidikan yang jelas, juga dapat dilihat dari jumlah penduduk yang menamatkan jenjang pendidikan. Hal ini merupakan indikator pokok kualitas penduduk karena kualitas sumberdaya manusia secara spesifik dapat dilihat dari tingkat pendidikan penduduk. Tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk Sumba Timur berdasarkan Susenas 2006 masih cukup rendah walaupun sudah mulai adanya sedikit peningkatan untuk berbagai jenjang pendidikan yang ada. Pada Tahun 2006 (hasil Susenas 2006) penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak pernah sekolah atau yang tidak mempunyai ijasah masih cukup tinggi yaitu sebanyak 54,92 % dan yang memiliki ijasah SD sebesar 23,34 %, memiliki ijasah SLTP 10,09 %, ijasah SLTA 9,57 %, Diploma I – III sebesar 0,71 % dan Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 1,37 % -. Apabila dilihat dari penduduk yang belum mengenal huruf (buta huruf) sampai dengan tahun 2006 tercatat sebesar 15,65 % penduduk usia 10 tahun ke atas yang belum dapat membaca dan menulis sebaliknya tercatat sebesar 84,35 % penduduk sudah dapat membaca dan menulis. Bila ditinjau menurut jenis kelamin maka persentase buta huruf penduduk perempuan sedikit lebih besar dibandingkan dengan penduduk laki-laki yaitu 12,41 % dan perempuan sebesar 19,26 %. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah yang cukup serius bagaimana memerangi atau mengurangi angka buta huruf penduduk Sumba Timur.

Menghadapi masalah tersebut, selain menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memadai, saat ini untuk memenuhi kualifikasi dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Sumba Timur, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bekerjasama dengan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga telah membuka program PGSD Jarak Jauh dan program Akta Mengajar yang di asuh langsung oleh Tenaga Kerja Dosen Universitas Terbuka. Diharapkan dari program ini dapat memberikan andil dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Sumba Timur. Sampai dengan tahun 2006, tercatat jumlah SD yang ada sebanyak 206 buah, SLTP sebanyak 25 buah, SLTA sebanyak 14 buah dan telah terdapat lima perguruan tinggi yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wira Wacana –Sumba, Akademi Perawat, Sekolah Tinggi Teologia Terpadu, Sekolah Guru Injil  di Kecamatan Lewa yang setara D1 yang di bangun oleh Gereja Kristen Sumba dan Sekolah Teologi di Waimarang Cabang Gereja –Gereja Reformasi Indonesia.