Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

Hari Pancasila Hanya Sekedar Dirayakan....?

Sumber foto : http://bloggers.com (Pancasila)

Hmm...., beberapa hari ini media masa sedang sibuk memberitakan tentang hari pancasila bahkan mereka seakan membawa suasana republik ini seolah-olah sudah sangat pacasilais..., apa karena memang berdasarkan fakta atau hanya sekedar mencari rating dan bermotifkan bisnis saja. 

Yang menurut saya agak aneh dan ganjil adalah dibeberapa televisi nasional memperingati hari pancasila dengan cara menayangkan aksi-aksi kekerasa bukan melakukan dialog untuk mencari solusi terhadap pudarnya nilai-nilai pancasila di berbagai lapisan masyarakat.


Mari kita bahas sedikit tentang apa itu PANCASILA...?


Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No.XX/MPRS/1966 jo. Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.  

Teringat sejak saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saya selalu diajarkan oleh guru saya tentang nilai-nilai pancasila dan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Hampir setiap hari disekolah selalu diingatkan bahwa betapa pentingnya pancasila di republik ini dikarenakan negara yang sangat beragam akan budaya, bahasa, suku, agama dan ras serta memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Saya selalu diajarkan betapa pentingnya kehidupan yang aman damai dan tentram di suatu negara dalam artian kita bebas memeluk agama dan keyakinan yang menurut kita benar. Bahkan dulu ada matapelajaran kusus yang mengajarkan kita tentang nilai-nila pancasila ditingkat Sekolah Dasar...., hmmm apa kah sekarang masih ada didalam kurikulum pendidikan indonesia atau mungkin saja sudah berhasil ditelan oleh sang waktu.

Kita dapat mengartikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri atau merdeka bukan karena berdasarkan agama tertentu atau suku tertentu tetapi berdasarkan pancasila....., itu artinya negara ini terbentuk oleh semua lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, budaya, kehidupan sosial dan lainnya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan milik ideologi sekelompok orang atau ideologi garis keras...., semua milik kita bersama..., jadi saya sangat tidak setuju jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama dari beberapa organisasi masyarakat maupun sekelompok orang atau dengan mengatasnamakan diri sendiri melarang orang lain untuk “tidak” beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakaniannya masing-masing... apalagi dengan memvonis bahwa agama orang lain sesat dan orang yang memeluk agama / keyakinan atau berbeda dengan apa yang diyakininya dianggap “sesat” atau kafir.

Jangan menganggap diri suci berdasarkan agama dan berperilaku penghianat terhadap sesama ciptaan TUHAN dengan berbagai macam cara.... baik dengan cara mencela sampai pada tahap yang paling kritis yaitu membunuh sesama manusia. Mari sucikan diri anda dengan melakukan peilaku yang bermanfaat bagi banyak orang dan bukan untuk menjadikan orang lain susah.


Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi:

  1. Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Persatuan Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

 

Nilai pancasila dapat di aktifkan kembali dengan kesadaran dari semua pihak dan pemerintah dalam hal ini sebagai regulasi dapat menindak tegas sekelompok atau beberapa orang yang melanggar nilai-nilai pancasila.