Unkriswina.ac.id

Switch to desktop Register Login

SEDIKIT BERBAGI CERITA DARI "NEGARA ANTAH BERANTAH"

    Negaraku Antah Berantah......, Dimanakah wajahmu ? Dimanakah Sinar Keadilanmu ? Dimanapulah kesetaraan gender, suku, ras, agama, budaya, serta keadilan dinegeri ini...??? dalam angan-angan ku bertanya pada rumput yang bergoyang dipadang belantara...,
Masihkah kau ada ? sampai kapan kau bertahan ? Harapanku kau tetap jaya untuk selamanya demi tempat perpijakan kakiku bersama dengan yang lain, walaupun kau lelah seiring dengan berjalannya waktu serta selalu dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan selalu memanfaatkanmu demi memperkaya diri dengan berbagai macam kepentingan yang selalu dengan suara lantang berkata “SAYA SELALU DIDEPAN UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN” Namun ketika ada sahabat-sahabatku yang berteriak, menangis, bahkan tersungkur meminta tolong untuk memperjuangkan Hak-haknya “SEMUA DIAM, MEMBISU DAN MELEMPAR TANGGUNG JAWAB SEAKAN-AKAN TIDAK BERSALAH” Semakin rapuh dalam kepentingan dan selalu terbelenggu dalam gelap tertikam sukma angkara,  menepiskan ego membawa perubahan dalam angan yang selama ini tak mampu menggenggam kepalsuan, memuntahkan segala apa yang ada dalam diri. Memijakkan kaki ini dalam tanah bisu keangkuhan, menggugat tirani yang meperlakukan kehidupan dengan bengis dan tajam.

     Kekacauan semakin sering tampak dalam realitas imajinasi hidup, labirin terus menunjukkan jati diri disetiap kemunculannya memecahkan gendang telinga setiap insan manuisa yang terkadang KASAR namun tampak HALUS, kebencian terus dikobarkan dengan suara dan nyanyian sunyi kegelapan. Keluhan semakin menjadi-jadi, umpatan terus berdengung disetiap perjalanan hidup, memaki, menjilat, memperkosa Hak-hak manusia menjadikan semua terkesan rapi.

    Namun perang semakin menjadi dalam kehidupan sehari-hari, perang terbuka di dunia nyata maupun di dunia maya seakan menjadi hal yang biasa, perang kekuasan selalu menggilas yang lemah menghancurkan cita-cita tinggi anak negri yang tak mampu sekolah. Perang budaya dan hegemoni asing terus terpancar, namun mereka tak pernah menggugat mereka hanya diam dan tersenyum melihat kekuasan berwajah siwa, namun berhati rahwana. Takdir mereka terima sebagai ujian berat dari Tuhan. Kekuasaan tak mampu digulingkan semakin angkuh dan terlihat mengejek tak pernah lelah untuk terus membodohi anak Negeri, teringat ungkapan teman... negeri ini negeri para bedebah, negeri ini negeri yang kotor, pejabat kita adalah orang-orang yang haus kekuasaan rakus menghisap rakyatnya sendiri, darah kaum jelata diperah bak sapi perah yang tak tau harus berbuat apa.

    Tak pernah berhenti penindasan, tak pernah berhenti penipuan, tak pernah berhenti kebohongan terus mengusik mimpi-mimpi para generasi penerus kita, gelembung kekuasan seakan air bah yang tak mampu di bendung oleh tongkat Musa. Putra-Putri Pertiwi hanya mampu terdiam membisu mereka terpaksa menerima keadaan yang semakin merong-rong jiwa raga mereka, wibawa Garuda sudah tidak mampu memberikan energy yang memancarkan rasa keadilan, kokohnya bendera merah putih hanya jadi symbol yang dipajang di tiang-tiang tinggi yang hanya berisi harapan dan kekosongan.

    Sungguh memalukan, di Negeri yang besar dan kaya ini tidak mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dinegeri yang kata orang surga ini telah mendidik pemuda kita untuk menjadi pengecut. Hmmm........, Bagaimana TIDAK....??? Ada yang ingin mengungkapkan kebenaran dan keadilan malah disalahkan...., bahkan yang paling ironis diusir, dicaci, bahkan ditebar kebencian yang mendalam. HuuuuuhhHH....., itulah yang terjadi dinegaraku antah berantah.

    Saat aku gelisah tenggelam hancurkan mimipi dalam jiwa, tak mampu meredam amarah demi kebenaran yang di anggap tabu oleh kekuasaan, kebenaran yang dianggap keluhan asa, kebenaran yang dianggap sesuatu yang tidak benar, aku tak mampu lagi memendam amarah… dan hanya bisa berkata dalam hati “MASIHKAH ADA KEJUJURAN DAN KEADILAN DINEGERI INI ....???” Semua jawabannya anda bisa temukan dari apa yang anda LIHAT, DENGAR dan RASAKAN selama ini.

 

=By.jhefonses=