Bedah Buku Bertajuk Logika – Seri 2 Mengurai Pendidikan, Menumbuhkan Kesadaran: Menyelami Pendidikan Kaum Tertindas

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kristen Wira Wacana Sumba kembali menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Seri Logika sebagai ruang belajar dan refleksi bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan kependidikan dan kemanusiaan. Pada seri kali ini, menghadirkan  Ibu Elsy Senides Hana Taunu,S.Pd.,M.Pd sebagai pemateri dan mendiskusikan buku Pendidikan Kaum Tertindas karya Paulo Freire, salah satu tokoh pendidikan kritis yang berpengaruh di dunia.

Kegiatan ini menghadirkan pemaparan mengenai gagasan utama Freire tentang pendidikan yang membebaskan. Dalam pembahasannya, peserta diajak memahami kritik Freire terhadap model pendidikan yang menempatkan peserta didik hanya sebagai penerima informasi. Menurut Freire, pendidikan seharusnya menjadi proses dialogis yang mendorong kesadaran kritis, sehingga peserta didik mampu memahami realitas sosial dan berperan aktif dalam perubahan masyarakat.

Materi bedah buku menyoroti beberapa konsep penting, seperti pendidikan gaya “bank”, dialog sebagai metode pembelajaran, kesadaran kritis (critical consciousness), serta peran pendidik sebagai fasilitator pembebasan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai refleksi mengenai relevansi pemikiran Freire dalam praktik pendidikan masa kini.

Dari hasil bedah buku, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kaum Tertindas mengingatkan para calon pendidik bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran, keberanian berpikir kritis, dan kemampuan peserta didik untuk memanusiakan diri serta lingkungannya. Buku ini menjadi refleksi penting bahwa proses belajar yang bermakna lahir melalui dialog, penghargaan terhadap pengalaman peserta didik, dan komitmen untuk menciptakan pendidikan yang lebih adil dan inklusif.

Melalui kegiatan Bedah Buku Seri Logika, Program Studi Pendidikan Matematika berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, diskusi ilmiah, dan refleksi kritis di kalangan mahasiswa sebagai bekal menjadi pendidik yang profesional, humanis, dan transformatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *