LITURGI IBADAH SENIN UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA “HIDUP BAGI KRISTUS, BUKAN LAGI UNTUK DIRI SENDIRI”

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram

SENIN, 20 APRIL 2026

PERSIAPAN IBADAH

  • Pelayan mempersiapkan diri dan berdoa bersama.
  • Civitas akademika mengambil saat teduh dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan.

PANGGILAN BERIBADAH

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, hari ini kita dipanggil untuk datang beribadah kepada Tuhan, Sang Sumber kehidupan dan kekuatan kita. Kita datang dengan hati yang bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang minggu yang telah kita lalui, dalam suka dan duka, dalam keberhasilan maupun pergumulan. Tuhan tetap setia memelihara kehidupan kita. Kini, di awal langkah yang baru, kita diajak untuk menata kembali arah hidup kita. Bukan lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup bagi Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita datang dengan hati yang terbuka, menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya, dan mempersembahkan ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan.Mari kita beribadah kepada-Nya.

(Jemaat berdiri)

KJ 397:1,2 “TERPUJI ENGKAU, ALLAH MAHA BESAR”

Terpuji Engkau,
Allah Maha Besar,
Kar’na Yesus t’lah bangkit
dan hidup kekal.

Ref.:

Haleluya, puji Tuhan!
Haleluya! Amin!
Jiwa kami Kau jadikan
segar abadi!

Terpuji Engkau
yang telah memberi
Jurus’lamat manusia,
Terang Ilahi.
Ref.:

VOTUM DAN SALAM

P      :   Ibadah Keluarga Besar Civitas Akademika Unkriswina saat ini ditahbiskan dalam pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dari Allah Tritunggal menyertai kita sekalian.

P&J:   Amin.

(Jemaat duduk)

LITANI HIDUP BAGI KRISTUS, BUKAN LAGI UNTUK DIRI SENDIRI

(diiringi dengan instrumen musik rohani yang lembut)

P     :   Ya Tuhan  Yesus Kristus, Engkau yang telah mengasihi kami tanpa batas, Engkau yang telah menyerahkan hidup-Mu bagi kami, bahkan sampai mati di kayu salib demi keselamatan kami yang berdosa. Engkau telah memberikan yang terbaik; kasih-Mu yang tulus, perhatian-Mu yang penuh, kepedulian-Mu yang tidak pernah habis, dan karya keselamatan-Mu yang Engkau genapi dengan sempurna. Namun, ya Tuhan, dalam semua itu, kami sering tidak sungguh menghayatinya. Kami lalai merenungkan pengorbanan-Mu. Kami menikmati kasih-Mu tanpa rasa syukur yang dalam. Kami hidup seolah-olah salib-Mu tidak berarti apa-apa bagi kami. Ampunilah kami, ya Tuhan. Kasihanilah kami yang sering melupakan kasih-Mu yang begitu besar.

J      :   ( Menyanyi PKJ 43:1 Tuhan, Kami Berlumuran Dosa )

Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami.

P     :   Ya Tuhan yang penuh kasih dan kebenaran, di hadapan terang-Mu yang kudus, kami tidak dapat menyembunyikan apa pun dari hidup kami. Ketika kami melihat ke dalam diri kami dengan jujur, kami menyadari betapa seringnya hidup kami tidak berpusat pada-Mu, melainkan berpusat pada diri kami sendiri. Sadar ataupun tidak, ya Tuhan, kami menjadikan diri kami sebagai pusat; pikiran kami hanya memikirkan kepentingan kami, keputusan kami hanya mempertimbangkan keuntungan kami, dan langkah hidup kami lebih banyak diarahkan oleh keinginan kami daripada kehendak-Mu. Dalam pekerjaan kami, kami bekerja bukan sebagai panggilan, tetapi sebagai beban. Kami bersungut-sungut, kami mencari jalan yang mudah, kami tidak memberi yang terbaik, bahkan terkadang kami tidak jujur. Dalam tanggung jawab yang Engkau percayakan, kami setengah hati, kami menunda, kami lalai, dan kami lebih memilih kenyamanan diri daripada kesetiaan kepada-Mu. Dalam relasi kami dengan sesama, kami kurang mengasihi dengan tulus. Kami mudah menghakimi, kami cepat tersinggung, kami sulit mengampuni, dan kami lebih sibuk membela diri
daripada menghadirkan kasih-Mu. Ya Tuhan, betapa dalamnya kami dikuasai oleh ego kami. Kami mengejar pengakuan, kami haus dihargai, kami ingin dilihat, dipuji, dan diutamakan. Keangkuhan, kesombongan, dan ambisi kami seringkali lebih kuat daripada kerinduan kami untuk taat kepada-Mu. Waktu yang Engkau beri, sering kami habiskan untuk diri kami sendiri. Talenta yang Engkau percayakan, lebih kami pakai untuk kebanggaan kami daripada untuk kemuliaan nama-Mu. Bahkan hidup kami—yang seharusnya menjadi milik-Mu sepenuhnya—kami genggam dan kami jalani menurut kehendak kami sendiri. Ya Tuhan, kami mengaku dengan jujur, kami belum sungguh hidup bagi-Mu. Kami masih hidup berpusat pada diri kami sendiri. Ampunilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami yang keras hati ini. Lembutkan hati kami yang beku, hancurkan kesombongan kami, dan pulihkan arah hidup kami. Tariklah kami kembali kepada-Mu, ya Kristus, agar kami tidak lagi hidup untuk diri kami sendiri, melainkan hidup bagi-Mu yang telah mati dan bangkit bagi kami. Di dalam kerendahan hati, kami berseru: ubahkanlah kami, ya Tuhan.

J      :   ( Menyanyi PKJ 43:1 Tuhan, Kami Berlumuran Dosa )

Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami.

P     :   Ya Tuhan yang setia, di tengah kelemahan dan dosa kami, kami bersyukur karena Engkau masih memberi kami napas kehidupan, masih memberi kami kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada-Mu. Hari ini, ya Tuhan, kami rindu untuk berubah. Kami rindu untuk tidak lagi hidup bagi diri kami sendiri. Kami ingin belajar mempersembahkan hidup kami kepada-Mu; dalam pekerjaan kami, dalam pelayanan kami, dalam setiap waktu, talenta, dan seluruh keberadaan kami. Bentuklah hati kami, ya Tuhan, agar kami hidup seturut kehendak-Mu. Mampukan kami untuk sungguh hidup bagi Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kami. Biarlah mulai hari ini, hidup kami bukan lagi milik kami sendiri, tetapi menjadi persembahan yang hidup bagi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa dan menyerahkan hidup kami. Amin.

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara

Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti, ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  • Doa Epiklese
  • Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 5:15

(diakhiri dengan mengatakan: Demikianlah Firman Tuhan. Diberkatilah setiap orang yang membaca, merenungkan, dan memelihara Firman Tuhan dalam hidupnya. Haleluya.”)

  • J      : ( Menyanyi “Haleluya ) Haleluya.. Haleluya.. Haleluya..
  • Khotbah

DOA SYUKUR & SYAFAAT

PERSEMBAHAN

P     :  Saudara-saudari yang terkasih di Kristus, segala yang kita miliki berasal dari Tuhan; hidup, waktu, berkat, dan kemampuan kita. Melalui persembahan ini, kita diajak untuk belajar tidak lagi hidup bagi diri sendiri, tetapi hidup bagi Kristus, dengan mempersembahkan sebagian dari apa yang telah kita terima. Kiranya persembahan ini menjadi tanda syukur dan wujud penyerahan hidup kita kepada Tuhan.

PERSEMBAHAN DIIRINGI PUJIAN OLEH SDRI. DORTHIKA & ANASTASIA

PENGUTUSAN DAN BERKAT

(Jemaat berdiri)

P      : Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita telah bersama-sama mendengar firman Tuhan, merenungkan kasih Kristus, dan diingatkan kembali akan panggilan hidup kita. Marilah kita tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman. Ketika kita kembali ke dalam kehidupan kita—dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan studi—ingatlah bahwa kita dipanggil bukan lagi untuk hidup bagi diri sendiri, melainkan hidup bagi Kristus. Biarlah setiap langkah kita, setiap perkataan kita, dan setiap keputusan kita mencerminkan bahwa Kristus adalah pusat hidup kita. Untuk itu, arahkanlah hati kita dan kita mohon berkat Tuhan. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa, serta persekutuan dengan Roh Kudus menyertai kita sekalian, kini, sepanjang hidup ini, hingga selama-lamanya.”

J      :   ( Menyanyi “Amin” ) Amin.. Amin.. Amin..

KJ 340:1-2 ”HAI BANGKIT BAGI YESUS”

Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salib-Nya!
Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah.
Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

Hai bangkit bagi Yesus, dengar panggilan-Nya!
Hadapilah tantangan, hari-Nya inilah!
Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g’lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

TIM PELAYANAN KAMPUS MENGUCAPKAN,
“SELAMAT BERKARYA DALAM RAHMAT TUHAN,
ALLAH YANG BAIK MENOPANG KITA SELALU!”