Waingapu, 8 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Hukum (FEBH) Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba melaksanakan kegiatan yudisium bagi 51 mahasiswa di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Unkriswina Sumba, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan, para Ketua Program Studi, , Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF), serta sivitas akademika FEBH. Sebanyak 51 mahasiswa yang mengikuti yudisium terdiri atas 19 mahasiswa Program Studi Hukum, 17 mahasiswa Program Studi Ekonomi, dan 15 mahasiswa Program Studi Manajemen.
Dalam sambutannya, Dekan FEBH mengajak para peserta yudisium untuk memaknai momen tersebut sebagai titik penting dalam perjalanan hidup mereka. Ia mengawali pesannya dengan analogi sebuah jembatan.
“Saat ini Anda berada di tengah jembatan, di antara perjalanan yang telah Anda lalui dan perjalanan yang akan Anda tempuh. Anda telah dibentuk oleh proses di Unkriswina melalui kerja keras, pembelajaran akademik, dan pendidikan karakter,” ungkapnya.
Dekan kemudian menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal bagi para lulusan. Pertama, yudisium merupakan momen syukur dan penghargaan atas proses panjang yang telah dilalui selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan seluruh tanggung jawab akademik merupakan bukti ketekunan dan komitmen yang patut disyukuri.
Kedua, yudisium adalah panggilan menuju tanggung jawab yang lebih besar. Gelar akademik yang akan disandang, baik Sarjana Ekonomi (S.E.) maupun Sarjana Hukum (S.H.), bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah untuk membawa manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu tanpa karakter sama seperti kapal tanpa kompas. FEBH tidak hanya meluluskan mahasiswa yang pintar, tetapi juga mahasiswa yang benar,” tegasnya.
Pesan ketiga yang disampaikan adalah bahwa yudisium menjadi pintu masuk untuk mengabdi dan berkontribusi di tengah masyarakat. Dunia setelah kampus, menurutnya, merupakan arena pembuktian yang sesungguhnya bagi para lulusan.
Ia menantang para lulusan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job maker). Para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Menutup sambutannya, Dekan FEBH menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium dan memberikan motivasi agar tetap teguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Selamat kepada 51 lulusan yang diyudisium hari ini. Jalanlah dengan kepala tegak walaupun ada tsunami di luar sana. Buktikan bahwa Anda bukan hanya sarjana biasa, tetapi sarjana yang berguna dan berdampak bagi masyarakat,” pesannya.
Kegiatan yudisium berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur, menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan FEBH Unkriswina Sumba di tengah masyarakat.
