PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI MELAKSANAKAN KULIAH LAPANGAN DI PT. SUMBA MULTI AGRO LAIPORI

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram

Laipori 24 November 2022, Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi melakukan kuliah lapangan tahun 2022 di PT. Sumba Multi Agro. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh program studi Agroteknologi setiap tahunnya untuk melakukan field trip ke lapangan agar mahasiswa dapat melihat langsung dan praktik terkait teknologi pertanian. Kegiatan ini difasilitasi oleh dosen pengampu mata kuliah Sarana dan Prasarana Pertanian yaitu Bapak Uska Peku Jawang, S.Si., M.P yang sekaligus merupakan ketua program studi Agroteknologi. Pada kesempatan ini juga hadir bersama Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Bapak I Made Adi Sudarma, S.Pt., M.Si untuk meninjau langsung persiapan kerjasama antara FST dengan PT. SMA untuk 5 prodi yang ada di FST.

Pada awal kegiatan ini, Bapak Herman selaku Project Manager memberikan gambaran umum kegiatan yang dilakukan di PT. SMA serta prospek sorghum sebagai salah satu komoditas pertanian yang sedang naik daun saat ini. PT. SMA memiliki lahan seluas 3.200ha di Laipori dan 800ha di Ngohung. Setelah perkenalan singkat, mahasiswa diajak untuk mengenal peralatan dan mesin yang tersedia serta memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung mengendarai salah satu alsintan tersebut. Berikutnya, mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana persiapan bibit sorghum sebelum ditanam, cara pengolahan tanah hingga penanaman menggunakan 2 jenis alat baik manual maupun menggunakan mesin (otomatis) dengan jarak tanam 75×20 cm. Kegiatan berikutnya, dilakukan pengenalan mesin pengolahan pasca panen hingga menjadi produk beras maupun tepung sorghum. Selain itu, terdapat juga pengolahan biomassa sorghum yang dapat dijadikan pakan ternak maupun campuran pupuk. Kegiatan kuliah lapangan kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung lahan seluas 135 ha yang sudah ditanami maupun yang dipersiapkan untuk penanaman massal pada bulan Desember 2022. 

Hasil diskusi bersama project manager (pak Herman), wakil manajer (pak Eko) dan koordinator lapangan (pak Daud dan ibu Yohana) menunjukkan bahwa sorghum sangat potensial untuk dikembangkan di lahan kering yang ada di Sumba. Hal ini dikarenakan sorghum dapat tetap hidup walaupun kekurangan air dan sekali tanam, dapat dipanen sebanyak 3 kali dalam setahun (umur panen setiap 100 hari). Sorghum juga memiliki banyak kelebihan pada pengolahan pasca panen yang dapat dijadikan berbagai produk pangan dengan harga yang cukup tinggi. Salah satu pesan yang paling berkesan pada kesempatan kunjungan kali ini adalah pernyataan pimpinan PT bahwa “Jika ada yang mau belajar, kami siap membantu”. Hal ini tentu luar biasa bagi kami karena tidak semua instansi pemerintah daerah maupun DUDI yang bersedia melayani kunjungan mahasiswa untuk belajar. 

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih untuk tim dari PT. SMA yang sudah bersedia menerima kami dari FST, Ketua LPPM Unkriswina Sumba Bapak Firat Meiyasa, S.P., M.Si dan Kadiv PkM Unkriswina Sumba Bapak Yonce M. Killa, S.P., M.P yang juga berkesempatan hadir untuk melihat potensi sorghum di PT. SMA dalam mempersiapkan Pusat Studi Sorghum sebagai sarana peningkatan penelitian dan PkM dosen dan mahasiswa Unkriswina ke arah pengembangan sorghum di pulau Sumba. (ADE)